Peran 11 Yang Punah Di Period Sepak Bola Modern, Dan Apa Hubungannya Dengan Gelandang Bertahan?

Di sinilah variasi milik Paulo Sousa di Fiorentina menjadi solusi sempurna untuk masalah terkait. Sederhananya, formasi ini menyeimbangkan pertarungan di area yang lain saat bertemu dengan skema empat bek, dengan semata-mata memakai satu daripada 2 striker seperti di 3-5-2. Bentuk paling kuat dari skema empat bek adalah jika mereka hanya memakai satu striker, jadi pola ini merespon juga dengan hal yang sama. Banyaknya tim yang mengalami problem ini sebenarnya tidak terlampau mengejutkan, karena lubang dalam fase transisi negatif adalah bawaan alami dari cara empat bek.

Selain itu, PSSI juga menyelenggarakan kompetisi serta kompetisi sepakbola wanita oleh kategori umur tertentu (U-15, U-17, U-19, U-21 serta U-23). Dan akhirnya, klub-klub baru telah muncul pada Indonesia sejauh ini.

Sebagai dedengkot sepakbola modern, Pep Guardiola sejak musim lalu di Bayern Munchen juga mulai gemar buat bereksperimen dengan formasi 3 bek dan segala jenis variannya. Walaupun tiga bek tidak memiliki suara mayoritas di kancah internasional, tidak merupakan berarti skema ini tidak bisa bersaing. Contoh terbaru seperti kesuksesan Juventus ke final Liga Champion Eropa musim lalu bersama Max Allegri, dengan memakai bergantian antara dan. Di Piala Dunia 2014, kita sanggup mengaca kepada kesuksesan Louis Van Gaal bersama Belanda yang berhasil ke semifinal dengan memakai 3-5-2.

Jika dalam perpanjangan waktu tersebut masih tentu imbang maka akan diaplikasikan adu pinalti hingga salah satu tim menang. Menyundul bola dengan dahiTeknik menyundul bola adalah gerakan menarik bola dengan memakai kepala yang dilakukan ketika online sedang melayang di udara. Tujuannya adalah untuk mendonrong bola ke arah dalam diinginkan pemain. Disamping tersebut, kecepatan dalam dribbling (menggiring bola) sangat dibutuhkan tuk menunjang penguasaan teknik ini.

Mencegah gawang kemasukan gol melalui penyusunan taktik dan pertahanan yang kuat. Untuk match tertentu, misalnya dengan cara gugur, bila selama 2 babak pertandingan kedua timb masih imbang maka akan diberlakukan tambahan waktu 2×15 menit.

Tapi diantara beberapa variasi tersebut, musim ini Paulo Sousa di Fiorentina memiliki ragam yang sepertinya bisa menjadi penantang lumayan sepadan tuk skema empat bek yang sebelumnya sudah mapan. Fiorentina memainkan formasi, dengan dipadu beberapa pergerakan yang membuat sistem yang dipakai begitu fleksibel, sekaligus sangat bagus ketika melakukan dua etapa transisi. Tapi jika hanya karena kekurangan tersebut lantas kita meremehkan skema 3 bek, sepertinya bukan merupakan alasan yang cukup relevan. Misalnya halnya formasi yang diharuskan dimodifikasi agar bisa bersaing di area tengah, kita juga bisa memodifikasi agar bisa menutupi kekurangan pada atas. Ada banyak sekali kelebihan dari skema tiga bek yang tidak dimiliki skema empat bek, yg akan cukup dijadikan dasar untuk mengembangkan skema di sini..

Problem nampak dikarenakan eksekusi ideal dari sistem empat bek di dalam fase menyerang adalah oleh mengijinkan masing-masing fullback buat melakukan overlap dengan merangsek naik ke depan. Pemain belakang sekarang dituntut tidak hanya bagus ketika proses tackling, tapi juga diharuskan bagus dalam melakukan penjuru jenis umpan. Istilah dalam sering dipakai untuk tipikal bek modern seperti terkait adalah ball playing defense. Di catatan statistik, jangan terkejut jika kita jadi mudah menemukan bek tengah sebagai salah satu pengumpan terbanyak dalam satu kompetisi. Oleh karena itu risalahtulisan, pasal, ayat, bab, butir, perkara, poin, ini akan coba mengupas formasi beserta cara mengeksekusinya dan sejauh mana pola ini akan bisa bersaing di sepakbola modern.

Mungkin perbedaannya terlihat minimal saja, tapi dalam aplikasinya ternyata menghasilkan dampak fleksibilitas yang sangat besar, baik itu untuk fase bertahan, menyerang ataupun transisi positif. Dua pemain no. 12 dalam bisa diadaptasi untuk memainkan banyak peran sekaligus, tapi dengan resiko dalam cukup rendah.

Sepertiga lapangan daerah musuh mendrible untuk membuka harapan mencetak gol. Pemain sengaja melakukan tindakan yang bertujuan untuk mengulur-ulur waktu pertandingan. Pemain yang berusaha tuk menghalang-halangi pemain lawan melalui menggunakan anggota tubuhnya, seperti mendorong, menyenggol kasar, memikat pemain lawan. Tindakan disiplin diberikan oleh wasit atas pelanggaran yang dilakukan.

Kostarika di ajang yang sama juga menembus quarter ultimate dengan memakai 5-4-1. Jika ada yang bilang formasi tiga bek sudah gak mendapatkan tempat di sepakbola modern, mungkin dia diharuskan merevisi pernyataan tersebut. Pada kenyataannya, formasi tiga bek sekarang justru lebih seksi daripada formasi empat bek sebagai aplikasi sepakbola modern.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *